penglaman atau trauma yang saya rasakan



"Kemarin terasa seperti pukulan yang sangat keras dan menyakitkan, membawa pengalaman yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Di tengah rutinitas yang biasanya berjalan tenang, tiba-tiba aku dihadapkan pada sesuatu yang begitu menghancurkan, meninggalkan luka yang dalam di hatiku. Rasanya seperti dunia yang kukenal berubah dalam sekejap mata, dan aku hanya bisa berdiri terpaku di tengah kekacauan itu, tidak tahu harus melakukan apa. Kejadian itu menyentak kesadaranku, membuatku menyadari betapa cepatnya hidup bisa berubah tanpa peringatan apa pun, dan betapa rentannya kita sebagai manusia."

Sejak momen itu, pikiranku terasa kacau, terjebak dalam lingkaran rasa takut, cemas, dan tak berdaya. Aku merasa seolah-olah tak mampu bernapas lega, setiap detik seakan penuh dengan rasa sakit yang menghujam. Kenangan kejadian kemarin terus berputar dalam pikiranku, mengingatkan kembali setiap detail yang menyakitkan. Meskipun aku mencoba mengalihkan perhatian atau berbicara dengan orang lain, bayangan kejadian itu selalu kembali, membuatku merasa tak pernah benar-benar lepas dari trauma yang kurasakan. 

Halo saya maudy ingin meceritakan pengalaman atau trauma saya tidak mengerti, apakah hal ini akan hilang di ingatan saya tapi itu tak akan mungkin karena hal ini yang membuat saya tidak akan percaya dengan orang sekitarku ........

Kejadian ini bermula dimana saya sedang melaksanakan hari bahagia yang dirasakan oleh kakak laki laki saya, bisa dibilang hari pernikahan (A & D). Saya bertugas untuk menjadi penerima tamu dan ada penerima tamu lain nya yaitu sepupu saya berinisial (S,A,V). singkat cerita jam 2 siang acaranya akan di mulai kakak saya menitipkan handphone kepada saya dan mempercai saya untuk menggunakan nya dan memberi tahu password kepada saya tidak ada yang diberi tahu kecuali saya di karenakan kakak saya tidak suka apabilah handphone nya di gunakan oleh orang lain, handphone yang baru di beli itu adalah handphone yang  ingin saya beli tapi harus pakai hasil keringat saya karna menurut saya barang yang dibeli memakai jerih payah sendiri lebih istimewah, singkat cerita sepupu saya yang berinisial V ingin meminjam handphone kakak dan saya mempebolehkan nya toh di pakai oleh sepupuh sendiri dan dia bertanya tanya tentang password handphone dan saya memberitahu karna sepupu sendiri, sesudah saya beritahu handphone yang kakak saya pinjamkan untuk saya ternyata di pakai terus oleh sepupu saya yang berinisial V padalah saya juga ingin mengunakan handphone nya untuk melihat tiktok di karenakan bosan, saya coba meminjam kembali kepada sepupu saya dia langsung memberikan nya kepada saya dengan raut wajah yang ingin marah dan saya tidak memperdulikan nya toh handphone ini dipinjamkan untuk saya karna handphone saya sedang saya cas.

Waktu menunjuk kan jam 7 dan disitu keadaan sudah kacau karna banyak nya tamu yang berdatangan, handphone kakak saya letakkan di belakang saya karna saya sedang menyambut tamu, singkat cerita handphone kakak saya yang saya letakkan di belakang saya ternyata sudah tidak ada dan di situ dunia seakan berhenti bergerak suara bising yang saya dengar seketika hening tidak ada lagi suara tertawa kebahagiaan, di gantikan oleh tatapan membeci dari kakak saya di karenakan tidak bisa menjaga amanah dari kakak saya acara belum selesai tenaga saya sudah habis untuk memikirkan bagaimana bisa handphone yang saya letakkan di belakang saya bisa menghilang, mata saya tertuju kepada mama saya yang menatap dengan tatapan kesedihan hanya mama saya yang tidak menatap benci kepada saya melainkan menatap dengan tatapan kesedihan, tatapan yang tidak akan pernah saya lihat sekarang terlihat jelas di mata saya, saya merasa sangat kecewa akan diri saya karna sudah membuat mata cantik mama mengeluarkan butiran permata yang sangat berharga ya itu air mata yang tidak ingin saya lihat, mama saya berkata (ayok tidur pasti kamu capek biar mama yang urus semua ) dan aku menjawab dengan suara bergetar (tidak ini kekacauan terjadi dikarenakan saya) dan singkat cerita acara sudah selesai dan kakak saya berusaha melacak lokasi handphone dengan ditemani oleh teman teman nya, saya juga berusaha mencari dari laptop saya dan hasil nya nihil tidak di temukan. semua orang tidak ingin menegur saya dan tatapan yang saya dapatkan adalah tatapan kebencian, tidak sengaja saya bertatapan dengan kakak saya dan saya lihat pertama adalah tatapan kekecewaan, saya berusaha unuk menghindari tatapan itu karna saya benci akan tatapan itu saya bersumpa akan menghancurkan siapapun yang mengusik saya. 

saya tidur jam 2 malam dikarenakan berusaha melacak keberadaan handphone kakak dan hasil nya nihil saya berucap kepada allah(ya allah memang saya seorang pendosa tapi tolong bantu saya) setelah mengucapkan itu saya tertidur, saya bangun jam 8 dan hal pertama yang saya lihat adalah semua keluarga berkumpul dan tersenyum bahagia yang membuat saya sedih karna saya tidak berani untuk bergabung dan memilih kembali ke kamar ,saya berusaha melacak handphone lagi dan ternyata sama saja saya menangis di kamar yang gelap tampa ada kehangatan dari siapa pun sampai ada tangan yang memegang kepala saya dan sontak saya mendongakkan wajah saya ternyata itu adalah kakak saya, saya langsung menangis dengan kencang dan kakak saya berucap (jangan menangis adik kecil gak papa  handphone bisa di beli lagi,jangan memaksakan nanti bisa gila *canda kakak*) dan kakak menyuru saya untuk mandi dan ikut bergabung dengan yang lain, ketakutan saya kembali datang di pikiran saya membayangkan bagaimana marahnya babuk akan kelalaian yang saya lakukan. saya berurangkali mengatakan kata maaf kepada kakak saya.

Singkat cerita ternyata di tempat kejadian ternyata ada CCTV dan itu kabar yang membuat saya senang,  kakak saya berusaha menghubungi teman teman nya di karenakan lokasi handphone sudah di temukan dan akan berangkat ke lokasi, ternyata lokasi itu berhenti di sekolah yang terkenal di surabaya.  kakak meminta izin utuk masuk dan di perbolehkan oleh satpam dan kakak menuju ke ruang kepala sekolah untuk meminta izin untuk menangkap si pelaku ternyata tidak di perbolehkan karna takut terjadi hal hal yang tidak di ingin kan setelah itu kakak menelefon saya dan memberi tahu untuk mengecek CCTV yang ada di tempat kejadian untuk bukti kepada kepala sekolah dan betapa terkejutnya saya akan hal yang saya lihat di rekaman CCTV pelakunya adalah....

ternyata yang mengambil handphone kakak saya adalah sepupu saya yang berinisial V yang sempat meminjam handphone kakak saya, saya sangat kecewa karna dia adalah orang yang sangat baik saya sudah memanganggap dia seperti kakak saya sendiri saya menangis di pelukan babuk saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan hati saya tidak bisa membenci nya karna saya sangat menyayanginya. Sesudah itu saya memberi hasil rekaman itu kepada kakak dan saya tidak tahu apa yang di lakukan kakan setelah itu, sampai saya di rumah saya langsung menuju mama saya menangis kenapa ini terjadi kenapa apa salah saya kepada sepupu saya dan mama berucap(gak papa ini pembelajaran jangan terlalu percaya kepada orang meskipun itu orang terdekat sekalipun). Dan singkat cerita keluarga semua berkumpul untuk membicarakan masalah ini, saya memilih menutup diri di kamar dan tidak ingin meluapkan emosi saya kepada siapapun lebih baik memendam emosi sendiri dengan sisa tenaga yang ada saya tidak ingin bila emosi saya tidak bisa terkontrol di depan orang orang yang saya sayangi, saya tidak sengaja mendengar kata yang tidak akan pernah saya lupaka sampai kapanpun kakek(kenapa anda melakukan ini kepada cucuku padahal cucuku selalu baik kepada kamu, kamu memang anak dari adik saya tapi bila anda sudah melakukan hal yang membuat cucu dan anak saya menangis jangan harap saya akan mengakui dirimu keluarga saya) adik dari kakek saya cuma bisa diam tidak menjawab, kakek bersuara lagi setahu saya kakek tidak suka apabilah berbicara banyak dan hampir jarang dilakukan  kakek berbicara kepada adik nya yang mempunyai anak berinisia V (DIA ANAK MU DAN MAUDY ADALAH CUCUKU), dan nenek hanya bisa menangis dan menenangkan kakek yang tersulut emosi babuk adalah adik kedua kakek dan dia sangat suka memanja kan ku, babuk berkata(Jangan pernah kembali di hadapan ku agap saja saya tidak mengenal anda, saya tidak suka akan kebohongan) dan mama hanya bisa diam dan tatapan mama tertuju kepada ibu dari sepupu saya dengan tatapan kesedihan karna bisa merasakan apa yang di rasakan ibu dari sepupu saya.

nah itu pengalaman atau trauma yang saya alami saya tidak mengerti akan hal keduanya

pembelajaran yang bisa saya dapat dari pengalaman atau trauma ini (jangan terlalu mempercayai orang meskipun itu dekat dengan kita dan saya belajar tentang kekuatan hati.meskipun kecewa, aku belajar untuk bangkit dan lebih bijak memilih siapa yang layak di percayai).

sekian 🙏🙏  

Posting Komentar

0 Komentar